Kenikmatan Pijat Plus Plus Membuat Peniesku Ketagihan

Posted on

Karena Sebelumnya Sempat Posting Goyangan SPG Membuat Kontolku Merintih Sakit Ke Enakan Maka Pada Postingan Terbaru ini yang Bercerita Dewasa dengan judul ”Kenikmatan Pijat Plus Plus Membuat Peniesku Ketagihan” kisah Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

 

Kenikmatan Pijat Plus Plus Membuat Peniesku Ketagihan
Kontol Ku Bergetar Setelah Di raba Oleh Tukang Pijit Plus Plus Yang Cantik

 

Jadi seseorang konsultan saya seringkali pergi keluar kota dan bermalam di hotel dapat sampai berbulan-bulan lamanya. Biasanya bermalam sekamar bareng dengan anggota tim yang lain tetapi terkadang juga bermalam sendirian. Pekerjaanku yang berbentuk projek terang seringkali menuntut saat ekstra dan usaha keras hingga membuatku alami keletihan baik fisik dan mental. Bila sudah demikian saya segera mencari tukang pijat untuk mengendorkan urat saraf yang sudah sangat tegangnya.

Giliranku kesempatan ini memperoleh projek di kota B yang berhawa sejuk dan adalah kota idolaku. Dahulu saya pernah lama berdiam di kota ini saat kuliah di satu diantara perguruan tinggi terkenal di negeri ini. Seperti projek-projek beda yang seringkali kukerjakan jadi tak ada perkecualian projek ini menuntut daya dan fikiran ekstra keras karna ketatnya jadwal. Satu diantara hal yang menjengkelkan di kota ini yaitu problem taxi yang jelek keadaannya dan lagi tidak sering ingin memakai argo hingga mesti senantiasa lakukan negosiasi terlebih dulu. Oleh karenanya seringkali saya mencari hotel paling dekat dengan tempat projek hingga bisa diraih dengan jalan kaki cuma sebagian menit.

Minggu ini yaitu puncak-puncaknya pekerjaan hingga keletihan sangat begitu merasa. Hal semacam ini mengakibatkan saya malas pulang week end ke kota J dimana saya tinggal. Kurencanakan Sabtu pagi besok saja untuk pulang memakai kereta api. Karna anggota tim beda senantiasa pulang ke J (semua bertempat di J) diakhir minggu jadi saat ini tinggal saya sendirian.

Sesudah makan malam di restoran hotel saya masuk ke kamar sembari nonton acara-acara TV. Berhubung hotel ini bukanlah hotel elegan jadi channel acara TV-nya juga terbatas, untuk menghemat biaya operasional kali. Sesudah satu jam saya mulai dihinggapi kejenuhan. Ingin tidur masih sangat sulit karna malam demikian larut, baru jam 8an, dan tubuh yang sangat letih nyatanya jadi buat susah untuk segera beristirahat tidur. Mendadak saya teringat umumnya hotel ada informasi service pijat. Kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. Tanpa ada kurang akal kutelpon operator untuk bertanya apakah di hotel ini bisa dicarikan tukang pijat. Ah lega rasa-rasanya saat dijawab bisa dan akan segera diantar.

Sembari menanti kehadiran tukang pijat saya mulai coba kembali nikmati acara-acara di monitor TV. Namun nyatanya fikiranku sudah mulai melantur memikirkan enaknya saat tubuh yang pegal hebat ini akan memperoleh therapy pijat yang pastinya akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang sudah mulai menuntut untuk dirilekskan mulai sejak sekian hari ini. Ah beginilah enaknya masih bujangan (jadi lelaki berumur 35 saya terang termasuk juga telat menikah, hehe biarin masih enak sendiri kok), saat masih bisa ditata sesuka hati. Cobalah bila berkeluarga seperti kawan-kawanku itu, tentu mereka mesti cepat-cepat pulang sesaat masih mesti berjuang untuk memperoleh ticket kereta karna penuhnya calon penumpang diakhir minggu.

Sejam lalu ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang. Saat kubuka saya agak sedikit heran karna tukang pijatnya ibu-ibu berusia 45-an lebih kurang lebih. Tinggi badan sekitaran 155 cm, berkulit kuning bersih, muka sudah tunjukkan usianya yang memanglah sudah matang. Dengan kenakan jaket kain dan bercelana jean yang agak ketat. Dengan santunnya dia permisi untuk masuk. Kupersilakan dia masuk sesaat pengantarnya yang yaitu bell boy lalu pergi meninggalkannya.

Sesudah didalam kamar kupersilakan duduk dahulu di kursi sudut kamar. Saya ijin sebentar ke toilet untuk pipis karna saya memanglah termasuk juga orang yang tidak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC juga) hingga seringkali pipis. Dari pada kelak cocok ditengahnya tindakan pemijatan saya kebelet mendingan kukeringkan dahulu kantong pipisku. Kan tidak nyaman cocok lagi merem-melek dipijat eh kebelet pipis, pastinya akan merepotkan.

Sesudah selesai dari toilet kulepas kaos dan celana pendekku hingga tinggal CD saja. Lantas kulihat ibu itu buka jaketnya hingga cuma menggunakan kaos ketat hitam saja. Wah nyatanya si ibu ini masih juga bagus tubuhnya, terlihat perut masih kencang. Tanpa ada banyak menghabiskan waktu segera saya tengkurap diatas ranjang. Ibu tukang pijat mendekat dan menyebutkan maaf dan mohon ijin untuk mulai pemijatan. Pertama yang dipijat yaitu telapak kaki. Ah nyamannya. Telapak kakiku yang sudah kaku-kaku ditekan-tekan dan lalu diurut.

Saya tidak ingin banyak bicara supaya Si Ibu lebih konsentrasi pada pekerjaannya dan saya konsentrasi supaya kesenangan yang kuraih dari pijatan-pijatan maksimum. Sesudah selesai dari telapak kaki awalilah naik menuju ke betisku yang tidak kalah kakunya. Rupanya betis kaku bila dipijat menyebabkan rasa nyeri hingga saya sedikit meringis. Rupanya Si Ibu tahu kesakitanku lantas sedikit dikurangi desakannya. Selesai ditekan-tekan lalu diurut-urut. Untuk urut dipakailah krim supaya licin.

Demikian hingga menuju paha mendadak kudengar suaranya..

“Den, maaf CD-nya dilepaskan saja agar tidak kotor terkena minyak. Maaf ya. ”

Karna logis argumennya ya kulepas saja walau membuatku kikuk (saya seringkali dipijat namun umumnya pria tuna netra). Saya terlepas CD-ku dengan cuma mengangkat pantat selalu kuperosotkan keluar dari kaki. Menurutku Si Ibu tidak bisa lihat “adikku”. Lantas saya mapan lagi supaya pijatan bisa diteruskan. Awalnya paha luar yang memperoleh giliran. Sesudah ke-2 bagian paha luar selesai baru dilanjutkan dengan paha dalam. Dengan mengurut dari arah bawah menuju atas, stop press!! Dapatkah anda pikirkan?

Jari-jarinya, sepertinya ibu jarinya (saya tidak bisa saksikan sich) dengan halus menyenggol kantong-kantong kejantananku. Serr. Kudiamkan. Lalu pantatku mulai dijamahnya lewat cara melingkar dari bawah ke atas luar selalu turun masuk kedalam dan selesai di.. Ujung selangkangan persisnya tengahnya pada ke-2 kantong kejantananku. Serr. Serr. Uenak sekali. Saya heran agak lama juga dia ini bermain di lokasi peka ini. Namun biarkanlah, enak ini. Hehe. Eh saat sedang enak-enaknya nikmati jari-jari lihainya yang baru pertama kalinya kunikmati sensasi kesenangan tidak ada tara ini berjalan tiba mulai naik ke arah pinggang. Agak kecewa juga, namun kutahan biarkanlah dia merampungkan pekerjaannya sesuai sama prosedur standard pemijatan yang dia lakukan karena Adikku yang Pendiam Ternyata Bernafsu Besar.

Demikian selesai dengan leher belakang jadi sisi tertinggi yang dirambahnya, mendadak dengan ‘cool’-nya memerintahkan untuk kemampuanng. Wah kacau ini. Bisa ketahuan nih bila adikku nyatanya sudah terbangun. Namun ya sudahlah biarlah semuanya berlalu dengan alamiah. Yang sudah telanjur tegak biarkanlah demikian. Hehe.

Mulai lagi Si Ibu dari bawah yakni sisi depan telapak kaki. Mulai sekarang ini sudah tidak dapat lagi kunikmati pijatan dari detik ke detik dan tiap-tiap inchi anggota badanku. Saya cuma pikirkan apa yang akan dia kerjakan saat sudah merembet ke arah paha. Dikarenakan fikiranku sudah terpandu oleh kerja hormon testosteronku jadi terang sudah, adikku makin yakin diri untuk mengeras sebelumnya sentuhan terjadi.

Pada akhirnya tiba juga bebrapa waktu yang kunantikan. Rupanya tehnik yang dia kerjakan dibagian pantatku tadi dipraktekkan juga dibagian depan. Aduh Mami, nikmatnya minta ampun, eh nambah. dan kutatap wajahnya, kulihat beberapa sepintas dia melirik adikku. Hmm rupanya dia menginginkan tahu dampak pijatannya apakah membawa hasil atau tidak. Dan tidak salah dia. Berhasil besar. Bahkan juga si adik sudah sedikit menitikkan cairan. dan Saya jadi teringat akan kenangan ketika Selingkuh Dengan Karyawati Sekantorku Yang Sudah Lihai ML

Saat itu dia mengambil pandang ke saya. Saya menangkapnya. Mulai kuamati wajahnya untuk lihat lebih terang seperti apa sesungguhnya tampang Ibu ini. Biasa saja. Tidak menarik. Bahkan juga sudah terdapat banyak kerutan. Sedikit. Tidaklah terlalu muluslah wajahnya. Namun tidak berpengaruhlah itu karna kenyataannya adikku tetaplah saja berdiri seperti tonggak, sedikit miring karna gravitasi.

Lagi sebagian asiknya melayang imajiku karena tindakan pijatan-pijatan

 

Baca juga :

2 thoughts on “Kenikmatan Pijat Plus Plus Membuat Peniesku Ketagihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *